Jumat, 29 Mei 2009

Panglima Romawi yang Bertaubat

Dalam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang panglima Romawi yang bermana George memanggil Khalid bin Walid. Kedua orang panglima itu saling mendekat sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Kepada Khalid, George bertanya: "Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikitpun, kerana Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan jangan pula kamu menipuku, karana sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah."

"Tanyalah apa yang ingin engkau tanyakan," kata Khalid.
"Apakah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW sebuah pedang dari langit kemudian diberikannya kepadamu sehingga jika kamu pakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?"
"Tidak!" Jawab Khalid.
"Apakah sebabnya kamu digelar dengan Saifullah (Pedang Allah)?" Tanya George.
Khalid menjawab: "Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, seluruh kaumnya sangat memusuhinya termasuk juga aku, aku adalah orang yang paling membencinya. Setelah Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepadaku, maka aku pun masuk Islam. Ketika aku masuk Islam Rasulullah SAW menerimaku dan memberi gelaran kepadaku "Saifullah" (pedang Allah)."

"Jadi tujuan kamu berperang ini untuk apa?" Tanya George. "Kami ingin mengajak kamu supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah dan kami juga ingin mengajak kamu untuk mempercayai bahwa segala apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah benar." Jawab Khalid.
George bertanya: "Apakah hukumannya bila orang itu tidak mahu menerimanya?" Jawab Khalid: "Hukumannya adalah harus membayar jizyah, maka kami tidak akan memeranginya."

"Bagaimana kalau mereka tidak mahu membayar?" Tanya George.
"Kami akan mengumumkan perang kepadanya," kata Khalid bin Walid.
George bertanya: "Bagaimanakah kedudukannya jika orang masuk Islam pada hari ini?"
Khalid menjawab: "Di hadapan Allah SWT, kita akan sama semuanya, baik dia orang yang kuat, orang yang lemah, yang dahulu maupun yang kemudian masuk Islam."
"Apakah orang dahulu masuk Islam kedudukannya akan sama dengan orang yang baru masuk?" Tanya George.
Khalid menjawab: "Orang yang datang kemudian akan lebih tinggi kedudukannya dari orang yang terdahulu, sebab kami yang terlebih dahulu masuk Islam, menerima Islam itu ketika Rasulullah SAW masih hidup dan kami dapat menyaksikan turunnya wahyu kepada baginda. Sedangkan orang yang masuk Islam kemudian tidak menyaksikan apa yang telah kami saksikan. Oleh kerana itu siapa saja yang masuk Islam yang datang terakhir maka dia akan lebih mulia kedudukannya, sebab dia masuk Islam tanpa menyaksikan bukti-bukti yang lebih meyakinkannya terlebih dahulu."

George bertanya: "Apakah yang kamu katakan itu benar?" "Demi Allah, sesungguhnya apa yang aku katakan itu adalah benar,"jawab Khalid.
George berkata: "Kalau begitu aku akan percaya kepada apa yang kamu katakan itu, mulai saat ini aku bertaubat untuk tidak lagi memusuhi Islam dan aku menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam, wahai Khalid tolonglah ajarkan aku tentang Islam."

Lalu Khalid bin Walid membawa George ke dalam khemahnya, kemudian menuangkan air ke dalam timba untuk menyuruh George bersuci dan mengerjakan solat dua rakaat.

Ketika Khalid bersama dengan George masuk ke dalam khemah, maka tentara Romawi mengadakan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam. Setelah selesai mengerjakan solat, maka Khalid bin Walid bersama dengan George dan kaum Muslimin lainnya meneruskan peperangan sampai matahari terbenam dan di saat itu kaum Muslimin mengerjakan solat Zohor dan Asar dengan isyarat saja.

Dalam pertempuran itu, George yang telah bergabung dengan barisan kaum Muslimin itu terbunuh, dan dia hanya baru mengerjakan solat dua rakaat bersama dengan Khalid bin Walid. Walaupun demikian, ia telah menyatakan keIslamannya dan berjanji untuk tidak akan kembali lagi kepada agama lamanya. Semoga Allah menempatkan George ke dalam golongan orang-orang yang mati syahid. Amin.

Senin, 04 Mei 2009

Antara Persahabatan dan Cinta

Persahabatan lebih berharga dibandingkan apapun yang ada di dunia ini. Ada lima orang sahabat yang mampu mempertahankan persahabatan mereka yang sejak kecil mereka jaga sampai tumbuh dewasa. mereka diantaranya adalah Fika, Nabila, Tasya, Indra, dan Radit. tapi sayangnya, sejak lulus SD Radit ikut orang tuanya ke amerika, Sahabat –sahabat yang ditinggalkanya merasa kehilangan .

Apalagi sejak Radit pindah, dia tidak pernah memberi kabar kepada sahabat-sahabatnya. Seiring dengan berjalannya waktu dan karna seringnya Fika, Nabila, Tasya, dan Indra bersama, tanpa disadari tumbuh benih-benih cinta Nabila kepada Indra. Sepulang kuliah Nabila mencurahkan pada kedua sahabat ceweknya yang selalu ada kapanpun untuk Nabila, dia bercerita kalau dia sudah jatuh cinta sama Indra dan dia ingin Indra jadi pacarnya.

Awalnya Fika dan Tasya tidak percaya dengan hal yang dialami Nabila, Tapi akhirnya mereka berdua mendukung Nabila untuk PDKT sama Indra. Keesokan harinya Indra mengajak Nabila kerumahnya, Betapa bahagianya Nabila karena cowok yang selama ini dia sukai mengundang dia kerumahnya. Setelah sampai dirumah Indra, Tiba-tiba apa yang terjadi ??? sesosok cowok keren dan tampan menghampiri Nabila …, Nabila kaget dan bertanya – Tanya “siapa sih cowok ini ??” Akhirnya Indra bercerita mengenai cowok itu. Dan ternyata cowok keren yang ada dihadapan Nabila itu adalah sahabat kecilnya yang sudah lama berpisah dengannya dan tak lain itu adalah Radit !!

Nabila sampai tidak percaya setelah bertahun-tahun berpisah. Sekarang Radit jadi cowok keren, padahal dulu gaya Radit acak-acakan. Setelah ngobrol panjang lebar sama Radit. Akhirnya Nabila pulang. Dia tidak sabar ingin bercerita pada kedua sahabatnya. Sesampainya dirumah dia bercerita pada Fika dan Tasya. Dan apa reaksi mereka ?? mereka terkejut tidak percaya kalau sahabatnya yang selama ini dinantikan kedatangannya kembali pulang ke tanah air tercinta…

Hari berikutnya mereka reuni dirumah Indra. Tiba-tiba sepulang reuni tiba-tiba Tasya bilang kalau dia jatuh cinta sama Radit ?!, Beberapa jam setelah ketiga sahabatnya pulang, Radit bilang sama Indra kalau dia juga suka sama sahabatnya sendiri. Tapi yang disukai Radit bukan Tasya melainkan Nabila….sebagai sahabatnya Radit, Indra hanya bisa membantu.

Tepat pada malam minggu, Indra menelpon Nabila untuk memberitahukan bahwa ada acara pesta kecil-kecilan, Radit dan Indra sangat mengharapkan kedatangan para sahabat-sahabanya terutama Nabila…..

Ketika Radit denga seriusnya memanggang ayam special untuk sang pujaan hati, tiba-tiba Nabila datang…. Radit jadi agak nich...!! Soalnya dia ingin memberikan ayam panggang special pakai bumbu cinta khusus untuk Nabila. Nabila pun langsung menuju tempat dimana kedua sahabatnya berada, Tasya membuat minuman special untuk Radit, Nabila juga tidak mau kalah ! dia juga membuat minuman special untuk Indra…. Tapi Tasya malu-malu ingin memberikan minumanya kepada Radit dan akhirnya Nabila yang mengasih minuman itu untuk Radit. Sebaliknya Radit juga grogi ingin memberikan ayam panggang special untuk Nabila, dan akhirnya Indralah yang mengasih ayam panggang special itu untuk Nabila.

Salah faham pun terjadi !! Radit menyangka kalau Nabila juga ada rasa sama dia, dan Nabila pun sebaliknya, dia menyangka kalau Indra suka sama dia dan disitu pula Tasya bahagia karna dia mengira Radit suka sama dia karna minuman spesialnya diterima oleh Radit.

Waktu terus berjalan …. Pada jam makan siang Radit janjian sama Nabila di sebuah resto, tujuannya dia ingin mengungkapkan perasaan sama Nabila…. Saat waktu sudah tepat, Radit menyatakan isi hatinya. Tapi Nabila lebih memilih jadi sahabat Radit untuk selamanya. Keesokan harinya, Nabila mengajak Indra ke danau tempat mereka dulu sering bermain waktu kecil. Nabila mengutarakan isi hatinya pada Indra, mendengar penuturan Nabila, Indra memeluknya dan berkata sambil maneteskan air mata kalau dia mau antara dia dengan Nabila hanya sebagai sahabat, dan saat Indra memeluk Nabila, Radit memergokinya dia mengira Indra pacaran sama Nabila.

Tanpa mengulur waktu, Radit menghadang Indra yang dalam perjalanan pulang dari danau. Emosi kedua cowok itu tidak bisa di tahan lagi dan akhirnya terjadi adu jotos, tapi akhirnya ada yang melerainya. Radit langsung pergi dengan membawa emosinya yang meledak-ledak sementara Indra sempoyongan. Tiba-tiba Tasya lewat dan melihat Indra mengeluarkan darah dari hidungnya. Dia langsung membawa Indra ke rumah sakit. Ditengah-tengah perjalanan ke rumah sakit, tiba-tiba Nabila yang dalam perjalanan melihat Indra pelukan dengan Tasya, Nabila salah faham, dia menyangka Indra pacaran dengan Tasya. Malam harinya Tasya menceritakan semua kejadian yang menimpa Indra kepada Fika. Mereka berdua juga berencana pergi ke rumah Radit dan ternyata mereka melihat Nabila berpelukan dengan Radit. Betapa hancur hati Tasya melihat cowok yang di sayanginya pelukan dengan sahabatnya sendiri.

Perdebatanpun terjadi antara Fika, Tasya, Nabila dan kebetulan juga ada Indra. Akhirnya Fika mempunyai inisiatif untuk menemuhi Radit guna meminta penjelasan padanya. Setelah sampai dirumah Radit, ternyata ia pergi ke bandara satu jam yang lalu. Mereka menyusulnya tapi sia-sia karena pesawat sudah berangkat. Akhirnya mereka memutuskan pergi ke danau di mana mereka sering bermain disana ketika mereka kecil. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara yang tidak asing lagi ditelinga mereka dan tak lain itu adalah sahabat mereka yakni Radit! Ternyata dia tidak jadi pergi. Akhirya masing-masing kelima sahabat itu menjelaskan kesalah fahaman mereka. Dan diambilah suatu keputusan yang bijaksana. Mereka memutuskan untuk memilih persahabatan mereka yang lebih berharga dibandingkan dengan perasaan mereka yang hanya akan merusak persahabatan mereka….